Masa kecilku

 

“Hallo perkenalkan nama saya Rosyita Yulti matuh”                                                         sapaan sehari hari aku Ochie . Saya anak kembar bungsu dari 3 bersaudara , jadi aku punya kaka cowok anak pertama , kedua saudara kembar saya perempuan dan saya sendiri anak ketiga alias bungsu

 Saya lahir dan besar di Kota Daeng Kota Makassar asal saya dari Flores Manggarai – Ruteng pokoknya kalau tau pulau komodo – Labuan bajo udah dekat dekat dari situ sekitar 4 jam naik mobil

 Dulunya orangtua masih pacaran mereka merantau ke Ujung Pandang yang sekarang namanya berubah menjadi Makassar , waktu itu 38 tahun yang lalu .. Jauh jauh sampai kesini untuk punya nasib dan pekerjaan jauh lebih baik

 Dan akhirnya orangtua pun bisa punya pekerjaan yang diidam idamkan mereka saat kecil dulu …

Papa akhirnya di terima menjadi seorang Guru di salah satu Sekolah Swasta yang dikenal sangat displin yaitu SLTP FRATER THAMRIN MAKASSAR menjadi seorang guru tetap , dan mama pun saat itu lulus sebagai Honorer Perawat di Rumah Sakit Umum di kota Makassar … dan akhirnya perantauan mereka membuahkan hasil dan terwujud ..

Kami pun hidup dalam kesederhanaan , punya 3 orang anak hidup di kota besar . penghasilan papa dan mama benar2 di irit iritkan demi kebutuhan kami bertiga , saat itu kami harus ngontrak sana sini , karena orangtua belum punya rumah sendiri ..

Betapa rempongnya mengurusi 3 orang anak di saat menjadi seorang PNS merangkap menjadi seorang IRT , saat kami berdua belum lahir kedunia ini , si kakak setiap hari rela di titip ke tetangga demi bisa menjalankan tugas sebagai perawat di Rumah Sakit , sepertil itulah konsekuensinya , mau gak mau itulah pilihan terbaik demi sesuap nasi …

Saat saya dan ona ( kembaran ) saya lahir ke dunia , saat itu mama memilih untuk berhenti bekerja karena tidak rela membiarkan anak kembarnya di titip ke tetangga … gak terasa kamipun semakin besar , mama merindukan kariernya sebagai seorang perawat dan bersyukurnya ada salah satu keluarga yang bisa membantu mama mengurusi kami berdua, Dan bersyukur , Puji Tuhan akhirnya mama diterima menjadi PNS RS Umum wahidin di kota Makassar

Waktupun tak terasa , si kaka , ona dan ochie udah gede aja , kamipun di sekolahkan di taman kanak kanak frater thamrin , kenapa papa memilih di sekolahin disini karena masih satu yayasan jadi biaya nya agak ringan , dan kalau udah pulang sekolah gak repot repot lagi jemput kami bertiga , karena sekolahnya sebelahan tembok aja ….

Tamat dari taman kanak kanak kami bertiga melanjutkan ke sekolah dasar thamrin yang masih satu yayasan dengan sekolah papa …

Papa hanya punya kendaraan yang saat itu adalah motor vespa tua , motor itulah yang menemani hari hari kami setiap hari kemanapun kami pergi kadang sampai ber lima di bonceng ama papa karena ditambah dengan mama .. pulang sekolah kami pun langsung ke sebelah karena SD kami dan SLTP tempat papa bekerja deket banget , sebelahan tembok juga ..

TK , SD semuanya di Frater thamrin yayasan taman tunas , gak sampai disitu saja .. dan kamipun melanjutkan SLTP di tempat papa bekerja ..

Si vespa tetap menemani kami , yah mau gak mau karena papa tidak punya kendaraan lain selain vespa , karena kaminya semakin tinggi dan besar , si kakak gak mau lagi katanya di bonceng naik motor , diapun minta dibelikan sepeda saja jadi kalau ke sekolah naik sepeda

Kadang banyak yang bilang kalau orangtuanya kerja sebagai pengajar di tempat anaknya sekolah itu enak , gak usah belajar , pasti naik kelas ..

Justru karena papa kami adalah seorang Guru di sekolah kami , ini adalah tantangan buat kami lebih rajin belajar dan nunjukkin prestasi ..

Anak guru kalau salah atau gak kerja PR pasti gak dihukum , bersyukurnya papa nya ochie tidak membeda bedakan antara anak dan orangtuanya .. disekolah papa memberi perlakuan yang sama dengan teman teman siswi yang lain , di sekolah kami tetap adalah siswi .. kalau kami salah kami pun tetap dihukum , gak ada nepotisme alias KKN ..

Kalau di rumah barulah status kami berubah sebagai anak …

Selama ochie sekolah , papa mama melatih kami untuk hidup sederhana , dan kamipun gak pernah dikasi jajan , kata mereka makan kenyang saja dari rumah , duhhh untung ada teman yang chines chines baik hatinya dan sangat royal sama kami berdua …

Papa dan mama mendidik kami benar benar disiplin , waktu belajar yah belajar , waktu bermain yah bermain , waktu berdoa bersama yah berdoa , pulang rumah paling lambat sudah di rumah jam 7 malam .. kalau ada les harus kasitau mereka pokonya serasa hidup di asrama ..

Dan untungnya kamipun bisa buat mereka bangga , kalau si kaka orang nya santai dan gak suka belajar ..

Ochie dan onapun selalu masuk rangking kelas dan umum .. kadang kami dapat peringkat 1 kelas pokoknya gak pernah keluar dari 10 besar … senang iya senang banget ternyata hasil didikan orangtua kepada kami sangat memberi dampak positif

Jadi kalau ada orangtua yang ngedidik kita seperti ini  jangan marah , jangan ngerocos sani sini karena semua itu punya dampak yang baik buat kita kok  …

Terima kasih buat orangtua ku yang udah didik kami seperti ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s